Langsung ke konten utama
kalkulatorlengkap.com

Kalkulator BMI

Gunakan kalkulator BMI ini untuk menghitung Indeks Massa Tubuh (Body Mass Index) berdasarkan berat dan tinggi badan, lengkap dengan kategori berat badan menurut Kementerian Kesehatan RI.

Bagaimana cara menghitung BMI?

Indeks Massa Tubuh (BMI atau IMT) dihitung dengan membagi berat badan dalam kilogram dengan kuadrat tinggi badan dalam meter. Angka ini menjadi indikator awal yang cepat dan murah untuk memperkirakan apakah berat badan seseorang berada pada kisaran sehat, tanpa memerlukan alat ukur khusus selain timbangan dan meteran.

BMI banyak digunakan oleh tenaga kesehatan sebagai skrining awal karena mudah dihitung, tetapi perlu diingat bahwa BMI hanya melihat rasio berat terhadap tinggi — tidak membedakan antara berat dari otot, lemak, tulang, atau cairan tubuh.

Rumus BMI

BMI = berat badan (kg) ÷ [tinggi badan (m)]²

Karena tinggi badan biasanya diukur dalam sentimeter, kalkulator ini otomatis mengonversinya ke meter (dibagi 100) sebelum dikuadratkan.

Contoh perhitungan

Misalnya seseorang memiliki berat badan 60 kg dan tinggi badan 165 cm (1,65 m):

BMI = 60 ÷ (1,65 × 1,65)
BMI = 60 ÷ 2,7225
BMI ≈ 22,0

Dengan hasil BMI 22,0, orang tersebut termasuk dalam kategori normal, karena berada di antara 18,5 dan 25,0.

Kategori BMI menurut Kemenkes RI

Kategori Rentang BMI
Kurus Kurang dari 18,5
Normal 18,5 – 24,9
Berat badan lebih (gemuk) 25,0 – 26,9
Obesitas 27,0 ke atas

Kalkulator ini menggunakan ambang batas yang disesuaikan untuk populasi Asia Dewasa sebagaimana dipakai Kementerian Kesehatan RI, yang sedikit berbeda dari ambang batas WHO global untuk populasi umum.

Asumsi dan keterbatasan

  • BMI dihitung murni dari rasio berat dan tinggi badan, tanpa memperhitungkan komposisi tubuh (massa otot vs. lemak), usia, atau jenis kelamin.
  • Kategori pada tabel di atas ditujukan untuk orang dewasa (18 tahun ke atas) dan kurang tepat digunakan untuk anak-anak, remaja, ibu hamil, atau lansia dengan massa otot yang menurun.
  • Atlet atau orang dengan massa otot besar bisa mendapat BMI tinggi meski persentase lemak tubuhnya rendah, karena otot lebih berat dibanding lemak pada volume yang sama.
  • Hasil kalkulator ini bersifat estimasi untuk edukasi dan tidak menggantikan pemeriksaan atau diagnosis dari dokter maupun ahli gizi.

Pertanyaan Umum

Apa itu BMI?

BMI (Body Mass Index) atau Indeks Massa Tubuh adalah angka yang dihitung dari berat dan tinggi badan untuk memperkirakan apakah berat badan seseorang berada dalam kategori kurus, normal, gemuk, atau obesitas.

Apakah BMI akurat untuk semua orang?

BMI adalah alat skrining umum dan tidak membedakan antara massa otot dan massa lemak. Atlet dengan massa otot besar bisa mendapat BMI tinggi meski persentase lemak tubuhnya rendah. BMI juga kurang tepat digunakan untuk anak-anak, ibu hamil, dan lansia.

Kategori BMI apa yang digunakan kalkulator ini?

Kalkulator ini menggunakan klasifikasi ambang batas IMT untuk penduduk Asia Dewasa yang mengacu pada Kementerian Kesehatan RI: kurus (<18,5), normal (18,5-25,0), berat badan lebih/gemuk (25,0-27,0), dan obesitas (>27,0).