Langsung ke konten utama
kalkulatorlengkap.com

Kalkulator ROE

Gunakan kalkulator ROE ini untuk menghitung Return on Equity — seberapa efisien perusahaan menghasilkan laba dari modal yang ditanamkan pemegang saham.

Isi angka negatif jika perusahaan mengalami kerugian bersih.

Bagaimana cara menghitung ROE?

ROE (Return on Equity) mengukur seberapa efisien sebuah perusahaan menghasilkan laba dari setiap rupiah ekuitas (modal pemegang saham) yang ditanamkan. Metrik ini sering digunakan investor untuk menilai seberapa baik manajemen perusahaan mengelola modal pemilik untuk menghasilkan keuntungan.

Rumus ROE

ROE = (Laba Bersih ÷ Total Ekuitas) × 100%

Contoh perhitungan

Perusahaan membukukan laba bersih Rp50.000.000 dengan total ekuitas Rp250.000.000:

ROE = (50.000.000 ÷ 250.000.000) × 100% = 20%

Artinya, setiap Rp100 ekuitas pemegang saham menghasilkan Rp20 laba bersih dalam periode tersebut. Jika perusahaan justru merugi, masukkan laba bersih sebagai angka negatif untuk melihat ROE negatif.

Interpretasi hasil

ROE yang tinggi biasanya menandakan perusahaan mengelola modal pemegang saham secara efisien, tetapi ROE yang sangat tinggi juga bisa disebabkan oleh tingkat utang yang besar (leverage tinggi), bukan semata efisiensi operasional. Selalu bandingkan ROE dengan ROA perusahaan yang sama untuk melihat apakah tingginya ROE didorong oleh leverage.

Asumsi dan keterbatasan

  • ROE menggunakan angka laba bersih dan ekuitas pada satu titik waktu (biasanya akhir periode laporan keuangan), sehingga tidak menangkap fluktuasi sepanjang periode tersebut.
  • Perusahaan dengan utang besar dapat memiliki ROE tinggi meski performa operasionalnya biasa saja, karena ekuitas yang kecil membesarkan rasio ini secara matematis.
  • Bandingkan ROE dengan kompetitor di industri yang sama, karena standar ROE yang “baik” sangat bervariasi antar sektor bisnis.

Pertanyaan Umum

Apa itu ROE dan mengapa penting?

ROE (Return on Equity) mengukur seberapa efisien perusahaan menghasilkan laba dari setiap rupiah ekuitas (modal pemegang saham). ROE yang tinggi biasanya menandakan perusahaan mengelola modal pemegang saham secara efisien.

Apa bedanya ROE dengan ROA?

ROE mengukur pengembalian terhadap ekuitas (modal sendiri), sementara ROA mengukur pengembalian terhadap total aset (termasuk yang dibiayai utang). Perusahaan dengan utang besar bisa memiliki ROE tinggi meski ROA-nya biasa saja.