Langsung ke konten utama
kalkulatorlengkap.com

Kalkulator Markup

Gunakan kalkulator markup ini untuk menghitung harga jual dan laba per unit berdasarkan biaya modal dan persentase markup yang diinginkan.

Persentase laba yang diinginkan, dihitung dari biaya modal.

Bagaimana cara menghitung markup?

Markup adalah persentase laba yang ditambahkan di atas biaya modal untuk menentukan harga jual. Ini adalah cara paling umum dipakai pedagang dan pemilik usaha kecil untuk menetapkan harga: mulai dari berapa harga pokok barang, lalu tambahkan sekian persen sebagai keuntungan.

Yang membedakan markup dari margin adalah basis perhitungannya. Markup selalu dihitung dari biaya modal (harga beli atau harga produksi), bukan dari harga jual akhir. Ini membuatnya mudah dipakai saat Anda tahu persis berapa modal per unit dan ingin menentukan berapa harga jualnya.

Rumus markup

Laba per Unit = Biaya Modal × (Persentase Markup ÷ 100)
Harga Jual = Biaya Modal + Laba per Unit

Contoh perhitungan

Sebuah toko membeli produk dengan biaya modal Rp50.000 per unit dan ingin menerapkan markup 40%:

Laba per Unit = Rp50.000 × 40% = Rp20.000
Harga Jual = Rp50.000 + Rp20.000 = Rp70.000

Produk tersebut dijual seharga Rp70.000, dengan laba kotor Rp20.000 per unit terjual.

Interpretasi hasil

Semakin tinggi persentase markup, semakin besar laba kotor per unit, tapi harga jual yang lebih tinggi juga bisa menurunkan daya saing di pasar. Markup 40% terdengar besar, tapi jika biaya operasional (sewa, gaji, listrik) belum termasuk di dalamnya, laba bersih aktual bisa jauh lebih kecil dari laba kotor yang dihitung di sini.

Penting dicatat: markup 40% tidak sama dengan margin (profit margin) 40%. Markup dihitung dari modal, sementara margin dihitung dari harga jual. Untuk laba nominal yang identik, persentase markup selalu lebih besar daripada persentase margin — dalam contoh di atas, laba Rp20.000 dari harga jual Rp70.000 setara dengan margin sekitar 28,6%, bukan 40%. Jika Anda memiliki target margin tertentu (bukan target markup), gunakan Kalkulator Harga Jual yang menghitung dari basis harga jual.

Asumsi dan keterbatasan

  • Kalkulator ini hanya menghitung laba kotor dari selisih harga jual dan biaya modal. Biaya operasional lain seperti sewa tempat, gaji karyawan, pemasaran, atau ongkos kirim tidak termasuk dalam perhitungan ini.
  • Biaya modal yang dimasukkan sebaiknya mencakup seluruh biaya langsung untuk memperoleh atau memproduksi satu unit barang, bukan hanya harga beli dari supplier.
  • Hasil harga jual di sini belum memperhitungkan pajak (PPN) yang mungkin perlu ditambahkan sesuai peraturan yang berlaku untuk jenis usaha Anda.
  • Persentase markup yang wajar sangat bervariasi antar industri; bandingkan dengan praktik umum di bidang usaha Anda sebelum menetapkan harga akhir.

Pertanyaan Umum

Apa bedanya markup dengan profit margin?

Markup dihitung sebagai persentase laba terhadap biaya modal, sementara profit margin dihitung sebagai persentase laba terhadap harga jual. Untuk laba nominal yang sama, persentase markup selalu lebih besar dari persentase margin.

Bagaimana cara menentukan persentase markup yang tepat?

Persentase markup yang wajar bergantung pada jenis usaha, biaya operasional selain modal produk, dan harga kompetitor di pasar. Tidak ada angka baku yang berlaku untuk semua bisnis.